My Writings. My Thoughts.

Ketidakl sempurnnan adalah sebuah kesempurnaan (sebuah proses terjadinya lagu)

// December 16th, 2009 // 1 Comment » // Uncategorized

Coba hitung, dalam sehari ada berapa lagu yang lo denger. Dua? Wah,hidup lo kurang bahagia bro, hahahhaa…

OK, yang jelas hidup di jaman multimedia gini, pastinya walaupun secara pasif pasti nya lu denger musik. Mulai dari lagu dari band fav lo, musik dari pengamen di bis, jingle iklan. Ada yang bagus dan banyak yang jelek, hahahahaha….

Tapi gimana sih sebenernya proses terciptanya sebuah lagu. Beberapa orang dari lu mungkin udah tau gimana bikinnya. Emang sih tiap orang ato band punya cara sendiri dalam mencipta. Rata2 sih kalo ditanya, seniman2 itu butuh sebuah ketenangan dan perasaan bathin. Bahkan ada yg harus cerai dulu sampe bisa bikin hits. Hehehe….

Gua salah 1 orang yang suka pengen tau banget gimana sih sebuah band itu mencipta sebuah karya. Pengen tau juga apa aja sih hal2 yang terlibat di dalamnya. Sampe akhirnya beberapa tahun-tahun (soalnya banyak bo’ tahunnya) yang lalu keluarlah album Anthology dari The Beatles. Terkaget2lah gua. Ini gila. Ada beberapa lagu yg sudah familiar di kuping gua, ternyata dalam proses rekamannya punya beat yg berbeda. Misalnya lagu I’ll be back yang kita kenal dengan ketukan 4/4, ternyata awalnya punya ketukan 3/4. Di tengah2 proses rekaman, John Lennon kesulitan nyanyiin lagu tersebut dengan birama 3/4. Akhirnya dirubahlah lagu itu menjadi birama 4/4. Banyak juga bisa disimak beberapa materi rough dari album Anthology tersebut yang ternyata bila disimak dari sudut pandang berbeda, sungguh menarik dan menyenangkan.

Gimana dengan band lokal? Naif, pernah pula merelease demo version lagu mereka Safari Menuju Laut di Ripple, sebuah mini magazine di Bandung. Ada pula beberapa band indie merelease kompilasi berisi materi2 demo mereka.
Materi2 demo ini jadi sebuah hal yg menarik untuk dimiliki yg terkadang malah menjadi sesuatu yg Collectible karena sifatnya yang Rare.

Menyadari hal ini, maka LA Lights Inidefest bakal memberikan Rare Version lagu2 dari 24 Finalis LA Lights Indiefest kepada lo semua. Dari sini lo bisa menyimak bagaimana nantinya band2 ini akan merilis album atau singlenya dengan versi finalnya. Lo seakan bisa mengikuti bagaimana band2 ini berkarya. Bisa mengerti bagaimana nyawa sebuah lagu awalnya dilahirkan. Dan lo bisa jadi orang2 yg pertama mendengar versi awalnya sebelum nantinya mereka merilis single ataupun albumnya dikemudian hari.

Kapan nih release Rare Versionnya? Tunggu bentar lagi. Sedot gan….

Written by : Web Master

Anggun, diva Indonesia yang sesungguhnya.

// November 23rd, 2009 // 2 Comments » // Uncategorized

Kalau loe baca judul di atas, mungkin ada yang bilang gua nulisnya terlalu Hiperbola. Tapi memang itu yang bisa dirasain klo loe menjadi saksi konser Anggun Indonesia Roadshow yang diadakan di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Selasa, 17 November 2009. Sekitar 2000 penonton asal Jakarta, Bandung dan kota sekitarnya menjadi saksi kehebatan seorang Anggun.

Sama seperti dua kota sebelumnya, Bali dan Surabaya yang menghadirkan solois wanita sebagai pembuka, di Bandung, Anggun menampilkan Bunga Cipta Lestari (BCL) sebagai pembuka. Meski tampil sebagai pembuka BCL berhasil membuktikan kalau ia layak sebagai pembuka Anggun. Salut buat BCL, meski sebagian besar penonton datang untuk menyaksikan Anggun, BCL tetap tampil memukau. Setelah BCL selesai dengan aksinya, panggung pun ditutup dengan layar putih besar.

Selang 10 menit, tanda-tanda kehadiran Anggun mulai terasa ketika penggalan lagu-lagunya mulai dimainkan yang dilanjutkan dengan layar putih besar yang dibuka kemudian dilanjutkan dengan Anggun tampil membawakan ‘Stronger’ sebagai track pembuka.

Usai membawakan tiga lagu, Anggun mulai menyapa penonton. Hal ini sering dilakukan Anggun di jeda lagu. Sebuah cara yang efektif untuk berkomunikasi dengan penonton. Banyak hal yang dijadikan ‘curhatan’ Anggun pada roadshow-nya di Bandung ini. Mulai dari awal karirnya di Bandung sampai keinginannya yang kini tercapai, bisa manggung kembali di Bandung. Dan untuk harapan yang terakhirnya itu, Anggun sudah meraihnya dan berakhir sukses.

Oke, kembali ke panggung. Malam itu Anggun membawakan 15 lagu yang sebagian besar bemuatan hit single seperti Undress Me´, ´Bayang Ilusi´, ´Snow In Sahara´, ´Mantra´ dan ´In Your Mind´. Pertunjukan spesial datang saat Anggun membawa BCL ke panggung dan berduet di lagu ‘Still Remind Me’. Waw, sebuah duet yang mengagumkan. Loe kira kejutan hanya di lagu itu, tunggu dulu, di lagu ‘Berganti Hati’ selepas berganti gaun, Anggun tampil solo memainkan piano. Tuh, ga salah kan klo judul di atas ditulis seperti itu?

Konser yang berlangsung hampir dua jam itu di akhiri dengan lagu ‘Tua-Tua Keladi’. Kali ini dengan arransmen yang lebih mengedepankan musik tekno garapan Andy Ayunir. Walau ga ada sesi encore “we want more… we want more…” para Anggunesia keluar ruangan dengan raut wajah yang sumringah.

Written by : Reporter

Final Regional Bandung, final Yang Mengagumkan

// November 13th, 2009 // 52 Comments » // Uncategorized

Gila Bandung emang ga´ ada matinya deh klo mo ngomongin kreatifitas bermusik para barudaknya. Bayangin, dari enam finalis asal kota kembang itu, tiap-tiap band bawain genre music yang berbeda. Mulai dari metal, rock blues, dance pop sampai reggae dibawain. Nah untuk genre yang terakhir disebutin, adalah Coffee Reggae Stone yang mengusung musik yang dipopulerkan Bob Marley (eh, jadi mirip lirik lagu Ras Muhammad heheheh :P ).

Oke, selain enam band finalis yang tampil seperti Coffee Reggae Stone, Lucky Look, Fifty Jail, Mortified, Danger Ranger dan Loud yang mendapat applause yang meriah (fyi nih pecinta indie, semua band ini berasal dari kota Bandung) wuihh keren ga tuch?

Selain enam band finalis gua sebutin diatas, masih ada lagi dua band wakil dari Bandung. Yang pertama C.U.T.S yang merupakan finalis La Lights Indiefest tahun 2008 lalu. oke ga usah gua terangin, semua indie lovers pasti tau siapa mereka. Untuk band yang kedua, siapa lagi klo bukan Rocket Rockers yang Jum´at (7 November 2009) malam sukses membuat gedung Sabuga yang sebagian besar didominasi Rocket Rock Friends ber-sing a long di setiap lagu.

Meski ada kericuhan kecil antara Party Dorks (penggemar Pee Wee Gaskins) dan Rocket Rock Friend namun kendala itu dapat diatasi saat Rocket Rockers dan Pee Wee Gaskins main bareng. saat Rocket Rock Friend mulai mencemooh Pee Wee Gaskins, Ucay berusaha menenangkan massa. Salut buat Ucay yang mampu menenangkan massa two thumbs up buat Ucay.

Selain dua band diatas, yang juga dituggu para barudak Bandung mungkin The Bannery. Finalis La Light Indiefest tahun lalu yang satu almamater dengan C.U.T.S. Seperti biasa, sama seperti di kota regional lainnya, The bannery membawa gerombolan marching band. Lain lagi sama Saint Loco, kejutan yang dibawa adalah Astrid sama DFMC Agriculture. Saat Saint Loco dan Astrid bawain ´Kedamaian´, gila, hampir satu Sabuga ikut nyanyi bareng. kerennn.

Sayang kegembiraan penonton yang ada di dalam ga bisa dirasain sama penonton yang ada di luar. Karena tiket yang sold out, terpaksa panitia membatasi penjualan tiket. Yang sabar yah bro, tunggu tahun depan aja saat La Lights Indiefest mampir lagi di kota Bandung. Nah biar penonton yang ga bisa masuk tetap terhibur, di luar venue panitia menyediakan panggung mini. Yang main malam itu adalah Nudist Island, band melodic asal Bandung.

Salut buat para finalis dan penonton regional Bandung yang bisa membuat acara berjalan dengan aman. You all \m/ guys.

Written by : Reporter

Salute untuk Komunitas Indie Yogya!

// October 25th, 2009 // 10 Comments » // Final Regional

Sabtu malam lalu, 24 Oktober 2009 di stadion Kridosono Yogyakarta sebuah peristiwa terjadi yang nampaknya memperlihatkan kualitas dari anak-anak Indie Yogya.
Final Regional La Lights Indiefest disini benar-benar heboh. Meskipun sempat diguyur hujan deras, ternyata itu tidak menghentikan anak-anak Indie Yogyakarta untuk datang dan menonton Final Regional.
Kejadian kedua adalah, karena harus membersihkan tempat yang tergenang air juga sound check yang dilakukan lagi (agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan) membuat acara memang molor dari schedule yang direncanakan.  Dan anak-anak indie Yogya memperlihatkan kesabarannya untuk tetap menunggu dengan sabar dan tertib aturan.
Setelah itu, Acara dibuka dan berlangsung dengan lancar. Finalis satu demi satu memperlihatkan musikalitas mereka. Acara memang berlangsung lancar sampai dengan jam 1/2 12 malam. Saat  Pee Wee Gaskin yang ditunggu-tunggu sedang menghibur penonton, petugas setempat naik dan menghentikan acara.
Gilaa.. heboh banget! Segala protes keluar dari penonton. Semua berteriak “Pee Wee…Pee Wee…” dan akhirnya Pee Wee pun dibolehkan untuk main 1 lagu penutup.
Namun, satu hal yang penting disebut disini, adalah anak-anak Indie Yogyakarta tidak ada yang membuat hal-hal anarkis disaat beberpa persitiwa terjadi. yup! Bener banget bro, ancungan jempol dan apresiasi tinggi buat anak-anak Indie Yogya.
Inilah yang menurut gw patut dicontoh oleh komunitas lain. Dan atas nama LALIF.com kami sangat berterimakasih dan memberikan apreasiasi tinggi kepada semua teman-teman indie Yogyakarta. Kita semakin tahu bahwa musik indie memiliki penggemar loyal dan menduduki tempat berarti di anak-anak Yogyakarta.
Bro, standing applause for you! Untuk keterangan resmi atas pertunjukkan resmi semalam, tunggu official release-nya ya..!
LALIF.com sign off.

Sabtu malam lalu, 24 Oktober 2009 di stadion Kridosono Yogyakarta sebuah peristiwa terjadi yang nampaknya memperlihatkan kualitas dari anak-anak Indie Yogya.

Final Regional La Lights Indiefest disini benar-benar heboh. Meskipun sempat diguyur hujan deras, ternyata itu tidak menghentikan anak-anak Indie Yogyakarta untuk datang dan menonton Final Regional. Ticket bahkan SOLD OUT!!

Kejadian kedua adalah, karena harus membersihkan tempat yang tergenang air juga sound check yang dilakukan lagi (agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan) membuat acara memang molor dari schedule yang direncanakan.  Dan anak-anak indie Yogya memperlihatkan good behaviour untuk tetap menunggu dengan sabar dan tertib aturan.

Setelah itu, acara dibuka dan berlangsung dengan lancar. Finalis satu demi satu memperlihatkan musikalitas mereka. Acara memang berlangsung lancar sampai dengan jam 1/2 12 malam. Saat  Pee Wee Gaskin yang ditunggu-tunggu sedang menghibur penonton, petugas setempat naik dan menghentikan acara.

Gilaa.. heboh banget! Segala protes keluar dari penonton.Sebuah tragedi! Dari semua protes, para penonton tetap berteriak “Pee Wee…Pee Wee…” dan akhirnya Pee Wee pun dibolehkan untuk main 1 lagu penutup saja.

Namun, satu hal yang penting disebut disini, adalah anak-anak Indie Yogyakarta tidak ada yang membuat hal-hal anarkis disaat peristiwa tersebut terjadi.  Mereka tetap bersikap baik dan tertib. Yup! Bener banget bro, ancungan jempol dan apresiasi tinggi buat anak-anak Indie Yogya.

Inilah yang menurut gw patut dicontoh oleh daerah lain. Dan atas nama LALIF.com kami sangat berterimakasih dan memberikan apreasiasi tinggi kepada semua teman-teman indie Yogyakarta. Kita semakin tahu bahwa musik indie memiliki penggemar loyal dan menduduki tempat berarti di anak-anak Yogyakarta.

Bro, standing applause for you! Untuk keterangan resmi atas pertunjukkan semalam, tunggu aja official release-nya dari kami..!

LALIF.com sign off.

Written by : Reporter

Selesailah sudah…

// October 10th, 2009 // 11 Comments » // Uncategorized

“We want more.. we want more.. we want more” teriak para penonton saat The Ataris menutup show-nya di Final Regional Jakarta malam ini.

Yeah..berakhir sudah Final Regional Jakarta malam ini. Deretan guest star seperti The Bannery, Morning Blue, Pee Wee Gaskin, Rocket Rokers juga Lenka, RayGun dan pastinya The Ataris sukses membakar semangat penonton Jakarta yang datang. Pokoknya seru,rame abis. Antara dance bareng, sing-along, bengong sampai teriak, dorong-mendorong, moshing.. penonton benar-benar menikmati acara malam ini yang berlangsung lancar.

Buat 6 finalis regional Jakarta yang sudah mengeluarkan penampilan terbaik mereka..keep up the good work,guys!

Tapi… buat loe-loe di Bandung dan Yogya..sudah saatnya loe bersiap-siap dan merencanakan penampilan untuk mengejutkan juri. Are you guys ready??

LALIF.com team signing off from JHCC.

Written by : Reporter

Ini Rekap dari Finalisnya..

// October 10th, 2009 // 6 Comments » // Final Regional

Bener-bener ajang membuktikan diri dan Freedom of Expression. Enam finalis Jakarta telah mengeluarkan semua kemampuannya. Dan semua punya ciri khas masing-masing. Lars tampil pertama, dan menggebrak  panggung dengan lagu ‘Burn of Mother Eartg” yang cerita tentang concern mereka dengan bencana alam yang terjadi di Indonesia.  Arah, mendapat sambutan dan histeris dari penonton cewek-cewek. Sempat ada lempar jaket dan kacamata dari Ivan sang vokalis.. yang disambut dengan teriakan lagi.

Chuck Kiss tampil beda dengan penampilan teatrikal dan aksi panggung yang heboh, sayangnya, mic yang sempat mati dan beberapa nada tinggi yang kurang sampai sedikit menurunkan antusias penonton dari penampilan awal yang keren tadi. Lanjut ke Sandra oh Sandra…band ini memberikan kesegeran baru di Final Regional saat ini. Hanya berbekal gitar akustik dan perkusi, Sandra membawakan hits lawas Iwan Fals ‘Bento’ sangat cantik.

Break 20 menit pun tidak disia-sia penonton. Begitu pintu dibuka,penonton langsung menyerbu stand-stand dilobi Hall B JHCC.  Ada yang belanja merchandise, poto di wallpaper LA LIGHTS,atau mendengarkan album LA Lights Indiefest di pojok musik.

Masuk session 2, Van Java menggebrak dengan power yang keren banget. Satu penampilan yang keren dari Van Java adalah saat mereka membawakan Nostradamus, lagu instrumental. Gilaaa…mereka bener2 tampil full power! All crowd give them applause.

Hairdresser asal Medan adalah finalis regional Jakarta ke-6 yang tampil seksi sekaligus sangar. Gilaa..lady of rock!  Kesimpulan… edan,seru, keren abis…!!

Siapa yang lolos masuk 10 besar?

Sekarang The Bannery is playing.. keep up date

Written by : Reporter

Final Regional Jakarta Officially Begins!

// October 10th, 2009 // No Comments » // Final Regional, Uncategorized

Bro… finally,Final Regional Jakarta dimulai. Gilaaa… begitu pintu dibuka, penonton langsung berlarian berebut tempat paling depan! Malam ini bakal seru banget pokoknya.. ada The Bannery, Pee Wee Gaskins, Rockets Rockers, dan pastinya… bintang tamu yang loe pada tunggu! RayGun, The Ataris & Lenka.

Loe yang belum sampe venue, buruan! Jangan sampe loe ketinggalan the best part!

The show is starting..

Keep up date..

Written by : Reporter

What’s on ‘Menu’ at OCT 10th?

// September 25th, 2009 // No Comments » // Final Regional

Bro, kl loe ditanya menu makanan favorit, apa yang akan loe sebut? Dijamin 1 lembar kertas folio bisa penuh dengan daftar makanan favorit loe semua. Nah,kl loe ditanya apa menu favorit di Final Regional LA Ligts Indiefest “Let’s Get Synchronoised”, apa yang akan loe jawab?

MENU paling oke untuk Final Regional besok adalah 24 band finalis plus band-band bintang tamu yang bakal nge-bakar panggung di Final nanti. Sebut aja Rocket Rockers, PeeWee Gaskins yang akan berkolaborasi dan didukung dengan Rocks and Dorks Cheers, Saint Loco, The Banery feat. Rythm Sixndycate, Morning Blue, C.U.T.S.

Buat loe yang di Jakarta, loe punya ‘menu’ special pada 10 Oktober nanti. Final Regional bakal tambah ramai dengan penampilan band Internasional The AtarisLenka Raygun .

Finalis dan band internasional, kombo yang keren banget! Kapan lagi loe bisa dapat menu seru kaya gini! Jangan tunggu sebelum tanggal 03 Okt, loe sudah bisa dapetin ticketnya di sini.


Written by : Reporter

Final Regional Count Down..

// September 24th, 2009 // 2 Comments » // Uncategorized

Guys, how’s your holiday? … Minggu ini ada sederet event yang harus wajib loe liat!
Udah H-9 menuju Final Regional LA Lights Indiefest buat kota Surabaya. Buat yang ikutin dari awal, loe pasti udah ga sabar, seheboh apa nanti Final Surabaya bakal di gelar. Pastinya 6 kandidat dari Surabaya, sudah mulai bersiap-siap berlatih siang malam buat mengeluarin kemampuan terbaik mereka pada 03 Oktober nanti di Lapangan Parkir SOGO Tunjungan Plaza.

Psychofun, Gecko, Edisi, Sonic Device, The Joys, juga Dear Lucy dan finalis lainnya kudu ngeluarin jurus istimewa mereka untuk bisa lolos. Mereka harus membawakan 3 lagi, 2 lagu ciptaan sendiri, 1 lagu terkenal yang sudah diaransemen ulang. Ga cuma mengandalkan originalitas saja, kualitas musikalitas mereka juga akan diperhitungkan di final ini. Yup! Mereka harus menciptakan konsep perfomance mereka sendiri, yang nantinya akan jadi identitas band mereka.

Tahun ini LA Lights Indiefest benar-benar menantang para finalis untuk mengeluarkan kreatifitas dalam bermusik. Gimana kira-kira penampilan para finalis? Yang pasti 6 finalis Surabaya sudah harus bersiap karena mereka lah yang akan memulai lebih dulu…

Written by : Reporter

Indierectory

// August 27th, 2009 // 1 Comment » // Features

Guys, akhirnya Indierectory udah online. Saat ini kalian bisa cari2 info tentang tempat2 studio. Saat ini sudah ada direktori studio dari Medan, Batam, Jakarta Barat, Bekasi, Padang. Ke depan akan lebih banyak daerah lagi yang bisa di browse di sini.

Yang lebih asik lagi nanti akan ditampilkan peta nya, jadi gak usah takut kalo gak tau lokasinya. Sapa tau ternyata sebenernya tetanggaan, cuma lo gak nyadar aja. Hehehe…

imag0091

Written by : Web Master